Rabu, 23 Oktober 2013

Antara Detak itu dan Bidadari Bermata Jeli

Detak itu hidup.
Berada di peraduan syahdu.
Mendentang terus tanpa kenal restu.
Hanya itu hanya karena itu.
Karena Allah
Untuk Allah dan Agar Allah Alasannya kini hanya itu.
Detak itu ada.
Tapi tak pernah ada yang memahaminya.
Detak itu tersekat.
Tersekat jarak, hak dan entahlah apa itu.
Yang jelas , yang ku tahu.
Semuanya tak boleh ada yang tahu.
Hingga saatnya, saatnya.
Hingga saat detak itu layak bersambut, saat ada yang menyambutnya.
Tak lagi tersekat, yang ada hanya sekat kematian.
Aku berharap kau lah yang di janjikan.
Walau ku tahu, Aku tak sesempurna Bidadari bermata jeli yang di janjikan Allah ~


 By : @Anadila_

Tidak ada komentar :

Posting Komentar