Sabtu, 13 Juni 2015

Tentang Rindu


28 Mei 2015, 18:53 WIB
Tentang Rindu,
            Kenapa harus ada Rindu? Sederhana saja sebenarnya, karena ada cinta dan jarak yang membentang di antara kita. Cinta yang mengalir deras dalam raga ternyata dapat menimbulkan Induksi Rindu yang tepat mengelilingi jiwa yang mencinta. Jarak telah mengajarkan rindu, mengajarkan bagaimana menghargai kehadiran mereka yang dicintai. Menyayangi mereka selagi sempat. Tak menyia-nyiakan kesempatan apapun selagi dapat.
            Betapa hati pilu ketika kuat Induksi Rindu semakin melambung dan saat rindu menggebu namun waktu tak memertemukan? Betapa mengiris hati sembilu saat hati terasa  dekat namun tangan tak mampu berjabat, raga tak mampu saling berpeluk, tak mampu saling meleburkan rindu. Dalam tali ikatan Cinta atas nama Allah, kita menaungkan diri hingga tetap tercipta kedamaian jiwa, ketentraman hati dan semoga Ridha Ilahi.
            Selalu kepercayaan ini tertanam dalam hati, mengakar kuat, menjulangkan keyakinan yang kokoh. Akan ada Buah manis yang dapat dipetik dari ke-ikhlas-an menunggu saat yang tepat. Percayai bahwa Allah akan mencukupkan waktu sebagai penebus Rindu. Duhai, Tegarlah, waktu tak pernah berhenti selama ada harapan. Tak lagi dunia, akhirat menjadi tumpuan.
            Sekali lagi, Kenapa harus merindu? Karena ada cinta di antara kita. Percuma jika hanya jarak tanpa cinta atau cinta tanpa jarak. Rindu itu tak nampak. Takkan ada rasa  ingin berjumpa melepas segala bersama. Jarak dan cinta membuat cinta yang terpendam menjadi lebih nyata, rindu yang tenggelam kembali beradu. Duhai, jika mampu ku tarik ulur jarak, maka ku aka mainkan sehingga rindu ini bersemi bersama jarak dan cinta. Kan ku ulurkan seperti sedia kala agar dapat melepas segalanya dengan segera.
Duhai, Jangan persempit makna Cinta, Jarak dan Rindu.
Tak hanya pada sesuatu yang mampu terjangkau indera. Pada yang sudah tak ada atau tak pernah terlihat atau tak mampu terjamah, Rindu mampu menjelma. Cinta tak harus melalui pertemuan, mampu hanya dengan keyakinan. Seperti meyakini Dzat Allah dan Rasul Nya. Cinta tumbuh penuh dalam kumparan keimanan, menimbulkan medan magnet Rindu yang menyejukkan kalbu. Semoga kita akan sampai pada pertemuan Rindu dengan yang Maha Agung. Cinta Hakiki. Rindu.
                                            Terhatur Cinta berlandaskan Allah untuk Jiwa-jiwa yang Merindu.
Kala Merindu,
Suci Anadila Nurkaromah

Tidak ada komentar :

Posting Komentar