Sabtu, 12 September 2015

Malam Minggu Bersama Lotus


Pertama baca judulnya pasti kesannya jones gimana gitu yah. Gak maksud ke arah sana sih padahal, haha. Ceritanya barusan buka twitter, di time line ada yang lagi bahas tentang lotus, jadi pengen share juga, kebetulan ini malam minggu ye kan? :D #Alibi gua masuk kan, wekaweka. Malam minggu gini, daripada ngegalau mending tafakur aja dari segala sesuatu di sekitar, termasuk tumbuhan.
Bunga lotus mempunyai nama ilmiah Nelumbo nucifera, masih gak ngeuh sama tumbuhan yang satu ini? Kamu tahu bunga seroja? Hmm, bunga seroja sama bunga lotus itu sama aja Sob. Sekilas memang seperti teratai, tapi kenyatannya mereka berdua berbeda, dalam taksonominya pun gak berkerabat. Perbedaan mencoloknya Lotus daunnya ada di atas permukaan, kalo teratai mah kan nempel di permukaan air.
Ceritanya si Lotus termasuk tumbuhan Hidrofit, Sob. Hidupnya bisa di lumpur berair, rawa, sungai, kolam. Dari tempat yang bersih sampe kotor dia masih tetep bisa hidup. Nah, itu sedikit tentang sisi biologinya. Jadi keingetan pulaa sama peran Mahar di laskar pelangi yang pernah nyanyiin lagu seroja. Termasuk salah satu part yang Aku suka di film ini loh #apasihinii -_-.
Ngomongin tempat hidup atau lingkungan. Seperti tadi yang udah sedikit dibahas. Si Lotus ini termasuk yang adaptasinya bisa dibilang mengagumkan dan gak milih-milih. Ketika dia di lingkungan yang bersih atau kotor teteeep aja mekar nan indah, Sob. Seharusnya kita juga harus gitu, dimana pun itu kita harus tetep mekar nan indah dalam artian memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitar. Masya Allah yah.
Di manapun kita berada memang sudah seharusnya kita selalu menebar kebaikan, intinya menjadi orang yang baik gituu. Akan tetapi perlu ditakankan, bahwa pada fitrahnya kita juga hanya manusia biasa yang tak luput dari khilaf dan dosa. Menurutku, itu adalah alasan kenapa Aku dan Kamu ada, iya Kamu! :D untuk satu sama lain saling mengingatkan dalam kebaikan.
Dalam dimensi waktu, selalu ada keterkaitan antara masa lalu, masa kini dan masa depan. Segala sesuatu di alam semesta pasti mengalami masa itu. Seperti  kemarin masih kanak-kanak sekarang remaja, esok lusa menjaadi dewasa. Kita gak bisa nge-judge orang yang memiliki masa lalu yang buruk, karena gak ada hidup yang sempurna, Sob! Sekelam-kelamnya masa lalu kesempatan di hari esok untuk berubah tetap sama bagi siapapun. Masa depan itu masih bersih, masih suci (kaya namaku dongs, haha), belum terjamah. Kita semua masih bisa berusaha keras untu masa depan yang lebih baik.
“Sebaik-baiknya orang baik tentu punya masa lalu, dan Sejahat-jahatnya orang jahat masih punya masa depan”.
Coba deh, Inget gak sama salah satu Sahabat Rasulullah SAW. Dialah Umar bin Khattab yang dahulunya sangat membenci beliau, bahkan sempat hendak membunuhnya. Tapi kemudian setelah Allah memberinya hidayah melalui adik tercintanya lalu masuk Islam, Ia menjelma menjadi pembela Rasul bahkan setelah itu menjadi salah satu dari Khulafaur Rasyidin, yakni penerus tampuk dakwah Rasul setelah beliau wafat.
Terus lagi, Khalid bin Walid. Siapa sangka beliau dulunya pernah jadi panglima perang untuk melawan Islam. Namun tak lama kemudian malah berbalik berjuang untuk Islam. Menjadi panglima perang Islam yang terkenang sepanjang zaman.
Sekali lagi, baik atau buruk semuanya pasti punya masa lalu. Masa depan menjadi hak kita untuk tetap seperti ini atau akan lebih baik. One more again, Kita gak perlu  nge-judge orang yang masa lalu atau lingkungannya buruk atau gak baik.
“Lihatlah Lotus yang di manapun tetap merekahkan senyumnya yang menawan.
Entah kemarin ia hidup dalam kubangan lumpur ataupun air bersih yang menyejukkan.”
Sekian dulu tulisanku yang mungkin udah ngelantur sana-sini. Semoga yang baca bisa paham serta bisa mengambil ibroh dari apa yang coba Aku share ke kalian semua. Kritik saran sangat perlu bagiku yang masih amatiran ini. Jazakumullah Khoiron katsiro sudah mau mampir ke rumah ketigaku yang sederhana. Jangan sungkan balik lagi J. Salam Biologi !!!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar