Sabtu, 24 Oktober 2015

Sampaikanlah. . .

          Meninjau dari  tulisan yang kemarin tentang Si Introvert Mau Curhat, bagi yang belum baca bisa diliat di sini ada hal yang masih pengen saya bahas di sini (ceritanya sekarang mah lagi formal gitu :D). Komunikasi adalah hal yang mendasar bagi kehidupan kita, Setuju? Karena kita hidup di dunia ini tidak pernah bisa sendiri. Bagaimana kita dapat mengerti atau berbaur satu sama lain tanpa komunikasi.
          Tentulah banyak media yang bisa kita gunakan untuk bisa saling berkomunikasi. Bukan hanya secara lisan, bisa tulisan, ekspresi ataupun sekedar gestur tubuh. Ya, pasti kalian ngira ini alibi gua juga biar bisa tetep aman di zona nyaman gua (Ehh kambuh :p). Nggak gitu kok, woles, saya gak lagi labil kali ini. Justru saya pengen negasin to my self bahwa setiap media itu gak ada yang lebih penting satu sama lain.
          Meski kita tahu berbicara itu baik dan mudah dicerna, tanpa tulisan terkadang kita mudah lupa, tanpa ekspresi serta gesture yang tepat terkadang orang lain malah salah paham, paham salah bahkan gagal paham, sehingga apa yang disampaikan tak tepat sasaran. Oh ya, meski menulis juga terbukti mampu menggugah dan bermanfaat tetapi berbicara akan sangat penting, karena tidak jarang pemahaman penulis berbeda dengan pemahaman pembaca, bisa dibilang perbedaan persepsi gitu.
          Huahh, sampai tulisan ini kamu-kamu semua selesai baca note ini, mungkin saya bisa dibilang belum sukses buat sekedar seperti apa yang menjadi harapan saya di note kemaren (halahhh berbelit-belit). Tapi makin ke sini, makin saya sadar bahwa ternyata hal itu very very very very important. Mana bisa kita mengharap orang lain mengerti, tanpa mau bicara, dan begitulah saya  terkadang selama ini (Tidak untuk ditiru, tanpa keshlian khusus!!! wkk).
Anda mungkin punya gagasan cemerlang. Namun jika Anda tidak dapat menyampaikan, gagasan Anda tidak akan berjalan kemanapun – Merry Riana”
          Salah satu bunyi hadis Rasul-pun kan begini “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat (HR. Bukhari)”. Esensi hadis ini memang intinya menyuruh kita untuk berdakwah, menyampaikan apa yang kita tahu. Selagi itu manfaat, sampaikan. Di situ jelas gak tertera bahwa untuk berdakwah kita harus menjadi alim ulama dulu, harus sempurna dulu. Nggak bro and sis. Sambil dakwah sambil benerin diri sendiri juga. Dua-duanya jalan barengan. Mantep dahhh.
Berhubung Insya Allah saya ini calon Guru #eeaakk (hehe, minta doanya yakkk J), quote dari Merry Riana yang satu ini cukup ngena, check this out!
Guru biasa, Berbicara. Guru bagus, Menerangkan. Guru hebat, Mendemonstrasikan. Guru agung, Memberi Inspirasi – Merry Riana”
Guru kan kerjaannya menyampaikan kan? Menyampaikan ilmu selain itu juga menginspirasi dan memotivasi. Nah, berarti udah bisa di bayanginkan betapa pentingnya berkomunikasi J. Eh ini juga salah satu wasilah buat mengamalkan hadis juga sekaligus mewujudkan keinginan saya kan. Tapi saya tahu, saya sangat perlu sangat banyak-banyak belajar, bahkan lebih banyak dari mereka yang telah bisa juga terbiasa. Semangat ahh, pelan-pelan mah Insya Allah bisa, Impossible? I’m Possible!!
          Di media ini, saya ingin meminta ke-ikhlasan siapapun untuk saling mendoakan supaya siapapun yang sedang mempunyai hajat/keinginan dapat segera terkabul. Insya Allah kalo yang do’ain banyak bakal maqbul, jangan lupa selipkan namaku (Suci Anadila Nurkaromah) dalam doa-doa mu yahh. Semoga Allah selalu memermudah dan menguatkan segala urusan kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar