Sabtu, 26 Desember 2015

Jangan Jadikan Aku Pelangimu



           
Siapa sih yang gak tahu pelangi? Atau pertanyaannya diubah aja, Siapa sih yang gak suka lihat pelangi? Si cantik dengan deretan warna, melengkung indah  di langit, membuat romansa langit lepas hujan yang menawan. Para penikmat langit pasti mengerti #eeaa.
          Mungkin sering kita dengar, “Ada pelangi setelah hujan”, peribahasa bijak yang tersirat banyak makna. Badai hujan terkadang menerpa kehidupan, tapi tenang Allah Maha Adil, akan ada pelangi  setelahnya, sebagai hadiah dari hasil perjuangan menghadapi badai hujan, Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, “inna ma’al ‘usri yusraa (QS. Al-Insyirah: 6)”. Mungkin itu maksud dari peribahasa tersebut.  Ah, tapi kali ini Aku hanya ingin membahas mengenai pelangi saja, iya diaa, cuma dia, haha. Jadi pembahasan peribahasa ini cukup sampai di sini saja yak! J
          Tahu gak sih kalian gimana proses terjadinya pelangi? Gak tahu? Oke deh aku coba deskripsiin. Pelangi adalah peristiwa terpecahnya sinar matahari oleh tetesan air hujan. Sebenarnya sinar matahari bersinar dengan lurus. Namun, pada saat matahari melewati padatan air hujan yang berbeda, maka terjadilah pecahan-pecahan cahaya yang membentuk cahaya warna-warni.
          Semua warna yang dihasilkan oleh pelangi berawal dari cahaya matahari. Sinar matahari terbentuk dari semua warna (polikromatik) sehingga yang tampak oleh mata kita berwarna putih. Nah, ketika sinar matahari masuk ke padatan yang berbeda dari tetesan air hujan, cahayanya dibengkokkan serta dibiaskan sedimikian rupa sehingga cahaya polikromatik pada sinar matahari tersebut terpisah menjadi cahaya monokromatiknya masing-masing. Setiap warna tersebut dibelokkan dengan sudut masing-masing. Sehingga terbentuklah lengkung indah pelangi di langit.
          Setiap momen melihat pelangi adalah hal menyenangkan bagiku. Tapi kali ini berbeda. Ada hal yang mengganjal. What happen? , Wait a moment, Yapp Setelah diamati, cermati dan analisis (Introvert banget dah  -_-) ternyata ada hikmah yang bisa kita petik. What is that?
          Pelangi itu memang indah, tapi tak berlangsung lama, Ia hanya sementara, seiring cahaya matahari bersinar semakin terik, bias itu semakin menipis kemudian menghilang. Mengingatkanku pada dunia yang fana’ ini. Tak ada yang abadi. Hanya sementara.
          Yap, seluruh semesta hanya sementara. Begitu juga dengan kecantikan fisik yang sering diagung-agungkan kaum hawa sepertiku. Astaghfirullah L, mari merenung sejenak saudariku. Padahal semua hanya sementara. Semua dapat dengan mudah Allah ambil kembali, tanpa perduli apakah sudah kita pergunakan dengan baik atau tidak.
          Allah telah memerintahkan kita dalam ayat-ayat cintanya untuk menutup aurat kita dengan baik. Hal itu merupakan kado terindah dari Allah bagi kita saudariku. Agar kecantikan fisik kita terjaga pada tempatnya, tak terumbar dengan gampangnya. Dengan begitu kecantikan dalam jiwa akan terpancar. Kecantikan fisik tak akan abadi, akan berkurang seiring bertambahnya usia atau akan hilang bersama tumpukan tanah. Karena hari ini kita bisa saja berada di atas tanah, Esok lusa mungkin kita akan berada di dalam tanah.
Kamu, Yap, kamu yang ngerasa aja deh, kali aja ada yang peka, wkk. Jangan jadi pelangi yang sekedar hadir namun kemudian perlahan menghilang dengan segera. Jadi saja matahari yang selalu bersinar, selalu ada. Bolehlah dalam hal ini Kau tiru mentari.  Jangan juga terlalu melihat kami secara tampak, karena semua itu hanya sementara.
Ternyata selalu ada hikmah di balik setiap fenomena alam yang terjadi bagi siapapun yang mau berpikir.  Seperti Firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 164 yang artinya yaitu:
  
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”.
Yuk sama-sama introspeksi, minimalisir kufur, maksimalkan tafakur dan tadabur. Semangat karena Allah!!!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar