Minggu, 27 Desember 2015

Sistem Pencernaan Manusia

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

A.           Definisi dan Fungsi
Salah satu ciri makhluk hidup adalah memerlukan makanan. Makanan yang telah dimakan akan diuraikan dalam sistem pencernaan menjadi sumber energi, kompnen penyusun sel dan jaringan dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu system kompleks dalam tubuh adalah system pencernaan.
Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur. Secara spesifik, sistem pencernaan berfungsi untuk mengambil makanan, memecahnya menjadi molekul nutrisi yang lebih kecil, menyerap molekul tersebut ke dalam aliran darah, kemudian membersihkan tubuh dari sisa pencernaan.
Berdasarkan letak proses pencernaannya, pencernaan dibedakan menjadi 2 macam yaitu pencernaan ekstraseluler dan intraseluler. Proses pencernaan di dalam usus tergolong pencernaan di luar sel (ekstraseluler), karena bahan makanan itu dihancurkan ketika masih berada di luar sel. Pada organisme bersel satu terjadi proses pencernaan intraseluler, karena makanan akan dicerna setelah masuk ke dalam sel.
Proses pada sistem pencernaan adalah sebagai berikut:
1.             Injesti
Injesti yaitu menaruh atau memasukkan makanan di mulut. Biasanya menggunakan alat bantu seperti sendok atau menggunakan tangan.
2.             Pencernaan Mekanik
Proses pencernaan mekanik yaitu proses mengubah makanan menjadi kecil dan lembut. Pencernaan mekanik dilakukan oleh gigi dan alat bantu lain seperti batu kerikil pada merpati. Proses ini dilakukan secara sadar yang bertujuan untuk memermudah proses pencernaan kimiawi.
3.             Pencernaan Kimiawi
Pencernaan makanan kimiawi terjadi di dalam usus yaitu makanan dipecah menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana oleh enzim-enzim pencernaan. Proses ini dilakukan secara tidak sadar karena yang mengaturnya adalah enzim.
4.             Penyerapan
Penyerapan adalah gerakan nutrisi dari system pencernaan ke system sirkulator dan lymphatic capallaries melalui osmosis, transfor aktif dan difusi.
5.             Penyingkiran atau Pembuangan
Penyingkiran atau pembuangan material yang tidak dicerna dari pencernaan melalui defekasi (Sasrawan, 2012).
B.            Struktur Sistem Pencernaan
Ketika seseorang makan makanan, tubuh harus mengubah makanan yang menjadi rantai molekul yang dapat diubah menjadi energi dan nutrisi baku. Sistem pencernaan manusia mengontrol distribusi nutrisi dan energi dalam tubuh dengan mengenakan pada makanan untuk reaksi kimia karena perjalanan melalui saluran pencernaan. Struktur sistem pencernaan, juga dikenal sebagai saluran pencernaan, memungkinkan organ yang berbeda untuk berurutan memecah dan mengolah makanan. Terlepas dari mulut dan kerongkongan, ada tiga organ utama dalam sistem pencernaan, serta banyak organ yang lebih kecil. Proses pencernaan dimulai di mulut, dengan air liur melembabkan dan memecah makanan menjadi potongan-potongan mudah dikelola.
Perut adalah bagian pertama dari struktur sistem pencernaan, yang terdiri dari kantung berongga otot yang terletak tepat di bawah diafragma dan tulang rusuk. Hal ini dipisahkan dari kerongkongan dan usus kecil oleh sfingter esofagus dan sfingter pilorus masing-masing. Struktur sistem pencernaan mengharuskan makanan dipecah sebelum melewati ke seluruh saluran pencernaan, sebuah film mukus meliputi lapisan perut untuk melindungi dinding lambung terhadap asam klorida yang memecah makanan di bawah. Makanan tetap di perut sampai mengalami pencernaan fisik untuk membuatnya lebih cocok untuk ekstraksi nutrisi di usus kecil.
Setelah makanan dipecah dalam perut, itu masuk ke dalam usus kecil langsung di bawah dalam struktur sistem pencernaan, usus kecil adalah 20 kaki (sekitar enam meter) panjang rata-rata untuk orang dewasa. Usus kecil melakukan sebagian besar pekerjaan pencernaan kimia melalui enzim yang disekresi oleh pankreas. Protein terurai menjadi asam amino, lemak terurai menjadi gliserol, dan karbohidrat memecah menjadi glukosa dan gula lainnya. Dinding interior usus kecil berisi lipatan seperti-jari dari jaringan yang disebut vili, yang menangkap molekul makanan dan meneruskannya ke kapiler eksterior dan kemudian ke pembuluh darah yang lebih besar.
Usus kecil terhubung ke usus besar. Usus besar adalah bagian utama akhir dari struktur sistem pencernaan, dan bertanggung jawab untuk menyerap kelebihan air, mengubah sampah menjadi tinja dan buang air itu. Bakteri yang berada di usus kecil, yang dikenal sebagai flora usus, menyerap materi padat yang tersisa setelah semua nutrisi dan energi telah diekstraksi dari makanan dan minuman. Sebagai aturan, limbah padat dibutuhkan hari untuk melakukan perjalanan melalui usus besar (Dianti, 2014).
Organ yang termasuk dalam sistem pencernaan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut:
1.             Saluran Pencernaan
Saluran pencernaan merupakan saluran yang kontinyu berupa tabung yang dikelilingi otot. Saluran pencernaan mencerna makanan, memecah nya menjadi bagian yang lebih kecil dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah.
Saluran pencernaan adalah suatu pipa berongga yang berjalan dari rongga mulut sampai dubur, dengan modifikasi pada berbagai bagiannya tetapi dalam keseluruhannya terdiri dari empat selaput atau lapisan. Selaput-selaput pencernaan dapat diringkas sebagai berikut:
a.             Mukosa yang tersusun atas epitel, lamina propia yang mengandung kelenjar, jaringan limfoid, serat-serat otot terpencar, kapiler dan limfatika kecil, serta Muskularis mukosae (selapu tipis dari serat otot polos).
b.             Submukosa (selaput kedua) yang tersusun atas jaringan aeroleryang mengandung plekeus heller dari pembuluh darah plekeus saraf Meissner, limfatika, kelenjar dan jaringan limfoid.
c.              Muskularis tersusun atas lapisan serong, lapisan melingkar, jaringan penyambung yang mengandung Plekeus saraf Auerbach dan lapisan membujur.
d.             Adventesia atau serosa merupakan selaput keempat dari saluran pencernaan, tersusun dari jaringan areoler longgar yang seringkali mengandung jaringan lemak. Di tempat saluran pencernaan berbatasan dengan rongga tubuh, jaringan areolernya tertutup dengan mesotel dan disebut serosa. Di tempat lain, ia berbaur dengan fascia sekitarnya dan disebut adventisia. (Bevelander dan Ramaley, 1988: 242-243).
Tiap bagian saluran pencernaan pada umumnya mengandung kelenjar yang menggetahkan lender. Lender itu berisi enzim untuk mencernakan makanan secara kimia. Kelenjar itu ada yang terdapat dalam submukosa dan muskularis (Yatim, 1996: 131).
2.             Organ pencernaan tambahan (aksesoris)
Organ pencernaan tambahan ini berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam melakukan kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta kelenjar pencernaan akan dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah saluran.
Kelenjar aksesoris system pencernaan adalah tiga pasang kelenjar ludah (salivary gland), pancreas, hati (liver), dan organ penyimpanannya, kantung empedu (gallbladder). Kelenjar pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam pemecahan bahan makanan. Gigi, lidah, kantung empedu, beberapa kelenjar pencernaan seperti kelenjar ludah, hati dan pankreas (Campbell, 2000).
Berikut akan dipaparkan satu persatu organ yang termasuk dalam sistem pencernaan menurut Priyadi (2010), yaitu:
1.             Mulut
Manusia memasukkan makanan ke dalam tubuh dengan cara ditelan, cara seperti ini disebut ingesti. Mulut dilengkapi dengan beberapa alat tubuh, yaitu lidah, gigi, dan kelenjar saliva (air liur).

a.             Lidah
Lidah berfungsi untuk membantu membolak-balikkan makanan, membantu mendorong makanan saat ditelan, sebagai alat pengecap atau perasa, serta merupakan alat indra yang sensitif terhadap suhu dingin/panas dan tekanan.
b.             Gigi   
Gigi bayi pertama kali muncul sesudah berusia enam bulan, disebut gigi susu yang berjumlah 20, seperti berikut:
1)             Delapan gigi seri (insisivus/1), untuk memotong makanan
2)             Empat gigi taring (caninus/C), untuk mecabik-cabik makanan
3)             Delapan gigi geraham untuk menguyah makanan.
Pada anak berusia 6-14 tahun, gigi susu akan tanggal dan akan diganti oleh gigi tetap yang berjumlah 32. Gigi tetap terdiri atas 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan (premolar/P), 12 gigi geraham belakang (molar/M).
c.              Kelenjar saliva      
Saliva digunakan untuk memudahkan penelanan makanan, membantu mencerna makanan secara kimiawi karena mengandung enzim amylase (ptialin) dan lipase, serta melindungi selaput mulut terhadap suhu panas atau dingin dan kondisi asam atau basa.
Dalam rongga mulut manusia terdapat tiga pasang kelenjar saliva, yaitu glandula parotis (menghasilkan saliva atau ludah), submandibularis (menghasilkan air dan lendir).
2.             Faring, Kerongkongan, dan Lambung
Faring dan kerongkongan (esofagus) merupakan saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung.
a.             Faring
Faring merupakan bagian yang pendek tempat pertemuan jalur makanan dan udara. Pada saat makanan berada di dalam faring, langit-langit lunak berotot naik untuk mencegah makanan masuk ke dalam rongga hidung, pernapasan akan terhenti sementara, laring naik dan epiglottis tertutup untuk mencegah makanan masuk ke dalam faring. Lidah mencegah makanan kembali ke dalam mulut. Kontraksi otot faring menggerakkan gumpalan makanan (bolus) ke dalam kerongkongan.
b.             Kerongkongan
Kerongkongan merupakan sebuah tabung lurus, berotot, dan berdinding tebal. Bolus akan melalui kerongkongan menuju lambung yang disebabkan oleh gerak peristalsis dinding kerongkongan. Gerak peristalsis adalah gerak bergelombang dari depan sampai ke belakang yang ditimbulkan oleh kontraksi dan relaksi otot yang terjadi secara berurutan.
Pada beberapa persambungan antara segmen-segmen terspesialisasi (khusus) pada pipa pencernaan, lapisan otot dimodifikasi menjadi katup berbentuk cincin yang disebut sfingter (spincter), yang menutup pipa pencernaan tersebut seperti tali pengikat, dan mengatur aliran materi di antara ruangan-ruangandalam saluran itu.
c.              Lambung
Lambung (ventrikulus) terletak di bawah sekat rongga badan atau di bagian atas rongga perut. Lambung mempunyai beberapa fungsi utama, yaitu menyimpan makanan, mengaduk makanan, dan mempersiapkan proses hidrolisis enzimatik protein.
Lambung terdiri atas tiga bagian. Makanan pertama kali masuk ke lambung melalui kardiak. Kemudian, makanan menuju fundus dan pilorus. Pilorus berdekatan dengan otot pengunci yang berguna untuk mengatur penyaluran makanan ke usus.
Dinding lambung terdiri atas beberapa lapisan otot, yaitu otot memanjang di lapisan luar, otot melingkar di lapisan tengah, dan otot yang tersusun miring di lapisan dalam. Apabila otot-otot tersebut berkontraksi, makanan di lambung akan bercampur dengan getah lambung dan hancur menjadi bubur.
Dalam dinding lambung terdapat kelenjar lambung yang menghasilkan lendir, getah lambung, dan hormone, gastrin.
1)             Lendir lambung, dihasilkan oleh sel penghasil lendir.
2)             Getah lambung, di dalamnya terdapat bahan-bahan sebagai berikut.
a)             Asam klorida (HCl), merupakan cairan yang dihasilkan oleh sel parietal. Cairan tersebut berfungsi untuk membunuh kuman, membuat lingkungan lambung menjadi asam (pH mendekati 1), merangsang sekresi getah usus, merangsang pembukaan dan penutupan sfinkter pilorus, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
b)             Pepsin, yaitu enzim protease yang memecah protein menjadi pepton.
c)             Rennin, yaitu enzim yang berguna dalam penggumpalan protein susu (kasein). Rennin biasanya dimiliki oleh mamalia berusia muda.
d)            Lipase, yaitu enzim yang memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim tersebut tidak dihasilakn oleh lambung tetapi oleh kelenjar saliva yang terakumulasi di dalam lambung.
3).     Hormon gastrin, merupakan hormone yang merangsang lambung untuk menyekresi getah lambung.
Dalam lambung, makanan akan dicerna hingga menjadi kimus (bubur usus) yang bewarna kekuningan dan bersifat asam.pada saat kimus masuk ke dalam usus, sifat asam dengan cepat dinetralkan oleh sekresi cairan bersifat basa dari hati dan pankreas.




3.             Hati dan Pankreas
Hati dan prankeas merupakan hasil pertumbuhan bagian depan usus yang berkelenjar. Hati merupakan kelenjar pencernaan yang terbesar, bobotnya dapat mencapai 2 kg. Fungsinya adalah sebagai berikut :
a.         Menghasilkan empedu (bilus)
b.         Tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah berupa glukogen
c.         Menyerap unsure besi dari darah yang telah rusak
d.        Tempat penyimpanan darah
e.         Tempat pembentukan fibrinogen dan heparin
f.          Mengubah provitamin A (karoten) menjadi vitamin A dan provitamin D (ergosterol) menjadi vitamin D
g.         Detoksifikasi (menawarkan sifat racun) obat dan minuman alcohol
h.         Tempat penghancuran sel darah merah
Empedu disimpan dalam kantong empedu sebelum masuk ke usus. Empedu bersifat basa sehingga menetralkan zat makanan bersifat asam yang keluar dari lambung serta membuat pH yang baik untuk kerja enzim pancreas dan enzim usus. Empedu juga mengandung garamempedu yang membantu proses hidrolisis lemak di usus.
Pankreas berfungsi sebagai kelenjar eksokrin, kelenjar endokrin, dan menghasilkan enzim. Peran pancreas sebagai kelenjar eksokrin adalah menghasilkan getah pankreas yang mengandung berbagai zat, yaitu sebagai berikut :
a.    Natrium bikarbonat (NaHCo3), bermanfaat untuk menetralkan keasaman isi usus dan menaikkan pH-nya menjadi sekitar 8.
b.    Amilasi pankreas (disakarase), yaitu enzim yang berperan untuk memecah pati menjadi campuran maltose dan glukosa. Beberapa jenis amilasi pancreas antara lain sebagai berikut :
1)      Maltase, berfungsi memecah maltose menjadi dua molekul glukosa.
2)      Sukrase, berfungsi memecah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa.
3)      Laktase, berfungsi memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
4)      Lipase pankreas (steapsin), yaitu enzim yang menghidrolisis lemak menjadicampuran asam lemak dan monogliserida.
5)      Protease (peptidase), yaitu enzim pemecah protein. Getah pancreas mengandung tiga jenis protease, yaitu tripsinogen, kimotripsinogen, dan karboksipeptidase.
6)      Nuklease, yaitu enzim yang menghidrolisis asam nukleat (ARN dan AND) menjadi komponen nukleutida.
4.             Usus (Intestinum) dan Anus
Usus adalah salauran tempat mencerna makanan, absorpsi zat makanan, serta tempat fermentasi dan pembusukan ampas makanan oleh bakteri. Manusia mempunyai dua macam usus, yaitu usus halus (intestinum tenue) dan usus besar (intestinum crissum).
a.             Usus Halus
Usus halus mempunyai panjang kira-kira 8,5 meter. Pada dindingnya terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan getah usus, disebut kelenjar Lieberkuhn.

1)       Struktur Usus Halus
Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
a)    Duodenum (usus dua belas jari), bagian depan usus halus dengan panjang kira-kira  25 cm, berbentuk U, dan menjadi muara saluran empedu serta pankreas.
b)   Jejunum (usus kosong), bagian kedua usus halus dengan panjang kira-kira 7 m.
c)    Ileum (usus penyerapan), bagian terakhir usus halus dengan panjang kira-kira 1 m.
Pergerakan makanan di dalam usus halus disebabkan oleh kontraksi lapisan otot usus halus. Kontraksi tersebut menyebabkan gerakan segmentasi dan  peristalsis. Segmentasi adalah gerakan memerasisi di sepanjang saluran untuk mencampur kimus.
Epitel mukosa terdapat banyak sel gobet yang menghasilkan lender untuk melicinkan makanan serta melindungi usus terhadap kelecetan dan luka-luka akibat zat kimia. Pada mukosa juga terdapat vilus (jonjot usus).
Makanan yang masuk kedalam usus halus berbentuk bubur (kimus). Asam klorida (HCL) yang ikut masuk merangsang kelenjar di dinding usus untuk menghasilkan hormone sekretin (mengatur pengeluaran getah pankreas) dan hormone kolesistokinin (mengatur pengeluaran empedu). Getah pancreas dan empedu dialirkan melalui saluran koledokus yang bermuara di duodenum. Hasil perombakan oleh getah pancreas dan empedu akan diserap oleh sel-sel absorpsi.
Berbagai peptidase, seperti pepsin, tripsin, dan kimotripsin saling bekerjasama dalam memecah molekul protein. Lemak yang diemulsikan oleh garam empedu dirombak oleh lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Hasil perombakan berupa partikel-partikel yang secara langsung dapat diserap oleh usus.
2)       Proses Penyerapan Makanan di dalam Usus Halus
Sel-sel usus halus menyerap zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Materialsisa yang tidak dapat dipergunakan lagi oleh tubuh di salurkan ke usus besar.
Pada penyerapan lemak,  asam lemak bereaksi dengan garam empedu membentuk sabun dan emulsi, kemudian bersama gliserol diserap kedalam jonjot usus. Dalam jonjot usus, asam lemak terpisah dengan garam empedu dan mengikat gliserin memebentuk lemak (fosfolipid). Fosfolipid dilepaskan kedalam system getah bening berupa bulatan-bulatan kecil berlapis protein (kilo mikron), kemudian di bawa ke vena di dekat jantung.
Zat-zat gizi lain, misalnya vitamin, mineral, dan air akan diabsorpsi oleh pembuluh darah kapiler. Garam empedu yang tersisa akan masuk kedalam darah dan di bawa kehati untuk dibentuk menajdi empedu kembali.
b.             Usus Besar (Kolon) dan Anus
Kolon manusia terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian yang naik (asenden), melintang (trasenden), dan turun (desenden). Saluran kolon berakhir pada suatu ruang yang disebut rectum. Rectum bermuara di permukaan tubuh dalam lubang yang disebut anus. Dalam rektum, terdapat otot-otot yang berfungsi untuk menahan turunnya feses ke anus, disebut katup Houston.
Anatara usus halus dan usus besar dipisahkan oleh klep yang disebut ileosekum yang berguna untuk mencegah makanan agar tidak kembali ke usus halus. Pada ujung ileosekum terdapat apendiks (umbai cacing; usus buntu). Kolon menyerap kembali air dan garam yang berasal dari zat-zat buangan dari usus halus.
Usus besar mengandung populasi bakteri simbion yang bekerja pada subtract selulosa tumbuhan, pectin, sel-sel usus lepas, dan polisakarida dari lendirusus.  Hasil fermentasinya berupa  asam organik, gas metan, dan hidrogen. Selama digesti juga terdapat populasi bakteri yang memproduksi vitamin B dan K. Vitamin tersebut diserap oleh sel-sel permukaan usus besar. Sisa-sisa proses pencernaan dibuang melalui anus (defekasi).

Hormon Membantu Mengatur Pencernaan
Hormon yang dibebaskan oleh dinding lambung dan duodenum membantu menjamin bahwa sekresi pencernaan hanya terjadi ketika diperlukan. Ketika kita melihat, mencium atau mengecap makanan, impuls dari otak kelambung akan mengawali sekresi getah lambung. Kemduaian zat-zat tertentu dalam makanan akan merangsang dinding lambung untuk membebaskan hormone gastrin kedalam sistem sirkulasi. Sementara gastrin secara perlahan bersirkulasi ualng dalam aliran darah kedinding mbali kelambung, hormon itu akan merangsang sekresi getah lambung lebih lanjut. Dengan demikian, semburan awal sekresi lambung pada waktu makan akan diikuti oleh sekresi berkelanjutan untuk terus menambahkan getah lambung kemakanan selama beberapa waktu. Jika pH isi lambung menjadi terlalu rendah, asam itu akan menghambat pembebasan gastrin, yang menurunkan skeresi getah lambung.
   Sejumlah hormone lain, yang secara kolektif disebut enterogastron, disekresi oleh dinding duodenum. pH yang asam dari kim yang memasuki duodenum merangsang sel-sel dalam dinding itu untuk membebaskan hormone sekretin. Enterogastaron ini mengirimkan sinyal ke pancreas untuk membebaskan bikarbonat, yang menetralkan kim asam itu. Enterogastron kedua, kolesistokinin (cholecystokinin, CKK) , disekresikan sebagai respon terhadap kehadiran asam amino atau asam lemak. CCK akan menyebabkan kantung empedu berkontraksi dan membebaskan empedu kedalam usus halus. CCK juga memicu pembebasan enzim pancreas. Kim, khususnya jika kaya akan lemak juga menyebabkan duodenum membebaskan enterogastron lain yang menghambat peristalsis dalam lambung, yang dengan demikian akan memperlambat aliran masuk mkanan kedalam usus halus (Campbell, 2000).

C.           Kelainan pada Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan pada manusia dapat mengalami gangguan. Adapun gangguan sistem pencernaan manusia disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor penyebab gangguan pada sistem pencernaan manusia misalnya mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, pola makan yang tidak teratur. Gangguan sistem pencernaan manusia :
1.        Gastritis, yaitu radang yang akut atau kronis pada lapisan mukosa dinding lambung.
2.        Hepatitis, yaitu radang pada hati akibat infeksi virus.
3.        Diare, yaitu iritasi pada selaput dinding kolon akibat adanya bakteri disentri, diet yang jelek, zat-zat beracun, dan stres.
4.        Sembelit (konstipasi), yaitu gangguan yang disebabkan usus besar menyerap air secara berlebihan dari feses sehingga feses sulit keluar.
5.        Apendiksitis, yaitu peradangan dan pembengkakan usus buntu.
6.        Hemaroid (wasir), yaitu pembengkakan vena di daerah anus.
7.        Parotitis, yaitu radang parotis (gondongan) akibat infeksi virus Rabulat inflas.
8.        Penyakit bawaan, yaitu kelainan bentuk ataupun penyakit saluran pencernaan yang diwariskan dari orang tua.
9.        Kolik (kanker lambung), yaitu gangguan yang disebabkan makanan yang masuk terlalu banyak. Kanker ini lebih sering menyerang orang yang berusia lanjut dan ditandai dengan adanya darah pada tinja.
10.    Gangguan system pencernaan akibat gangguan emosional.  Misalnya mulut menjadi kering, ludah mengental, dan nafsu makan menghilang karena takut.

11.    Penyakit  gigi, seperti karies (gigi keropos), periodontal, infeksi Vincent, dan sariawan. Periodontal adalah penyakit yang menyerang gusi dan tulang penyangga gigi. Infeksi Vincent adalah jenis penyakit periodontal yang menyerang mulut dan tenggorokan (Priyadi, 2010).

Tidak ada komentar :

Posting Komentar