Sabtu, 30 Januari 2016

Peranan Udang Windu ditinjau dari Perspektif Islam

PERANAN UDANG WINDU BAGI KEHIDUPAN
DITINJAU DARI PERSPEKIF ISLAM

Udang windu bersifat euryhaline, yakni secara alami bisa hidup di perairan yang berkadar garam dengan rentangan yang luas, yakni 5—45 %. Artinya, udang windu dapat hidup di laut yang berkadar garam tinggi hingga di perairan payau yang berkadar garam rendah. Kadar garam ideal untuk pertumbuhan udang windu adalah 19-35 %. Udang windu stadium juvenil (muda) umumnya memiliki laju pertumbuhan yang baik di perairan berkadar garam tinggi. Sebaliknya, semakin dewasa udang windu, pertumbuhan optimalnya justru terjadi di perairan yang berkadar garam rendah.
 Klasifikasi dari udang windu adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Animalia
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Malacostraca
Ordo                : Decapoda
Famili              : Penaeidae
Genus              : Penaeus
Spesies             : Penaeus monodon
Udang windu juga menyukai perairan yang relatif jernih dan tidak tahan terhadap cemaran industri maupun cemaran rumah tangga atau pertanian (pestisida). Pasalnya, lingkungan hidup yang kotor dan dasar perairan yang berlumpur akan menghambat pertumbuhan udang windu. Faktor pembatas pertumbuhan udang windu lainnya adalah suhu dan oksigen terlamt. Kisaran suhu optimum untuk pertum-buhan udang windu adalah 26-32° C, sementara kandungan oksigen terlarutnya sebanyak 4-7 ppm. Jika dipelihara di tambak dari ukuran benih, udang windu akan mencapai ukuran panen setelah dipelihara 4-6 bulan.
Daerah penyebaran udang windu sangat luas, dari barat daya Samudera Pasifik hingga Samudera Hindia dan dari Afrika Selatan hingga Jepang dan Australia. Beberapa negara yang terkenal sebagai pembudi daya udang windu adalah Jepang, Cina, Taiwan, Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, India, Ekuador, dan Australia. Di Indonesia, udang windu hampir terdapat di seluruh perairan dan sudah lama dibudi dayakan di tambak-tambak yang berair payau.
Udang windu merupakan salah satu komoditas hasil laut yang melimpah dan banyak dibudidayakan, sehingga mampu berkontribusi menopang perekonomian nasional maupun internasional. Selain itu udang windu mempunyai rasa yang lezat dan sangat sehat bagi orang-orang dengan kadar kolesterol normal. Hal ini disebabkan karena udang rendah akan kalori dan lemak jenuh.

Walaupun kandungan kolesterolnya cukup tinggi, penelitian menunjukkan bahwa hasil laut ini tidak menaikkan kadar kolesterol secara keseluruhan. Memang, terjadi peningkatan LDL yaitu kolesterol jahat, namun kadar HDL yang merupakan kolesterol baik juga meningkat.

(Kandungan Giji 113,4 gram udang)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa udang mengandung banyak vitamin, mineral, protein dan unsur-unsur lain yang sangat berguna bagi tubuh. Penjelasan lengkapnya diuraikan di bawah ini:
a.    Kandungan selenium 102%, sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan selenium harian tubuh.
b.    Kandungan Vitamin B12, dapat memenuhi 78% kebutuhan Vitamin B12 harian tubuh.
c.    Kandungan protein, dapat memenuhi 52% kebutuhan protein harian tubuh.
d.   Kandungan fosfor, dapat memenuhi 50% kebutuhan fosfor harian tubuh.
e.    Kandungan kolin, dapat memenuhi 36% kebutuhan kolin harian tubuh.
f.     Kandungan copper, dapat memenuhi 32% kebutuhan copper harian tubuh.
g.    Kandungan Yodium, dapat memenuhi 31% kebutuhan yodium harian tubuh.
h.    Kandungan Vitamin B3, dapat memenuhi 19% kebutuhan vitamin B3 harian tubuh.
i.      Kandungan Zinc, dapat memenuhi 17% kebutuhan zinc harian tubuh.
j.      Kandungan Vitamin E, dapat memenuhi 17% kebutuhan vitamin E harian tubuh.
k.    Kandungan Vitamin B6, dapat memenuhi 16% kebutuhan Vitamin B6 harian tubuh.
l.      Kandungan Lemak omega 3, dapat memenuhi 14% kebutuhan lemak omega 3 harian tubuh.
m.  Kandungan Asam patotenis, dapat memenuhi 12% kebutuhan asam patotenis harian tubuh.
n.    Kandungan Vitamin A, dapat memenuhi 11% kebutuhan Vitamin A harian tubuh (Yuli, 2013).
Seperti yang telah diketahui bahwasannya udang windu merupakan salah satu hasil laut yang  kaya akan gizi, tetapi selain itu yang terpenting dalam Islam udang windu halal untuk dikonsumsi. Sesuai firman Allah SWT dalam Quran Surat al-Maidah ayat 96:
أحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ
              Artinya: Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut.” (QS. Al Maidah: 96)
            Seluruh hewan air yaitu yang tidak hidup kecuali di air adalah halal. Ulama seperti Imam Malik, Imam Asy Syafi’i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa bangkai dari hewan air adalah halal.
            Segala sesuatu yang telah dihalalkan oleh Allah sudah pasti memiliki nilai manfaat bagi kehidupan manusia berkebalikan atas apa-apa yang diharamkan oleh-Nya pasti memiliki sisi mudharat bagi manusia. Pada pemaparan awal sudah disampaikan sekelumit mengenai kandungan gizi yang terdapat pada udang windu. Berkenaan udang windu ini merupakan hewan yang dihalalkan dan memang secara medis terbukti bermanfaat bagi manusia khususnya untuk kesehatan dan ekonomi.
Perairan di Indonesia merupakan bagian terbesar dari Negara ini, sehingga Indonesia disebut sebagai Negara maritim. Sehingga banyak masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai nelayan ataupun memiliki tambak. Salah satu yang komoditas yang cukup banyak didapat dan gampang dibudidayakan selain itu tidak jarang sampai diekspor ke luar negeri adalah udang windu. Hal ini membuktikan bahwa udang windu mempunyai nilai manfaat pada ketahanan ekonomi.
Selain mempunyai gizi yang tinggi, udang windu juga bermanfaat bagi kesehatan. Berikut akan dipaparkan beberapa manfaat kesahatan dari udang windu:
1.                   Mencegah kanker
Setiap 85 gram udang kukus dapat mencukupi 48 persen dari jumlah selenium harian tubuh. Kekurangan selenium telah dikaitkan dengan berbagai jenis kanker, termasuk kanker prostat. Para peneliti di Institute of Food Research (IFR) mengungkapkan bahwa kombinasi sulforaphane dan selenium meningkatkan kekebalan tubuh akan kanker sebanyak 13 kali lipat. Makanan yang kaya akan suforaphane antara lain adalah brokoli, kubis, dan sayuran hasil silangan lainnya. Di samping mencegah kanker, selenium juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi.
2.                   Menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku
Sampo dan lotion yang paling mahal sekalipun tak akan berguna bagi rambut dan kulit Anda tanpa asupan protein yang cukup. Protein merupakan bagian yang terkandung dalam tiap jaringan sel hidup dan udang adalah sumber yang sangat kaya akan mineral tersebut. Kadar kalorinya pun cukup rendah sehingga sangat cocok dengan diet yang Anda jalankan.
3.                   Mencegah anemia
Udang mengandung 21% vitamin B12, yang merupakan nutrisi penunjang produksi sel darah merah sehingga dapat membantu mencegah penyakit anemia. Vitamin B12 itu juga membantu pembuatan DNA, material genetis yang terdapat pada tiap sel. Hal ini akan membuat metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak dalam sel tubuh berlangsung sempurna.
4.                   Meningkatkan energi
Kelelahan dan merasa lemas, gejala tersebut merupakan indikasi kurangnya kadar zat besi dalam tubuh. Udang sangat kaya kandungan zat besinya. Dengan mengonsumsi hasil laut tersebut, maka asupan zat besi, yang merupakan nutrisi penting dalam pembentukan energi akan terpenuhi. Energi yang akan diperoleh juga tidak akan berlebih karena kalori yang dikandungnya tidak tinggi.
5.                   Menguatkan tulang
Hewan yang termasuk dalam kelas Crustacea ini memiliki kandungan fosfor dalam tubuhnya. Kalsium dan fosfor adalah dua zat yang akan bekerja bersama-sama membentuk tulang dan gigi yang kuat. Dalam mengonsumsi udang, sebaiknya dimakan bersama kulitnya karena kulit udang mengandung "glucosamine" yang bermanfaat untuk membantu pembentukan tulang rawan pada persendian tulang. Penipisan atau kerusakan pada tulang rawan akan mengakibatkan nyeri yang hebat pada persendian, yang biasa disebut sebagai pengapuran
6.               Udang sebagai sumber Omega 3

Beberapa orang yang menganggap udang sebagai sumber kolesterol jahat atau LDL yang tinggi, sehingga mereka lebih memilih untuk tidak memasukan udang ke dalam menu sehat harian. Udang adalah sumber omega 3 yang sangat lengkap yang sangat penting untuk otak.

Banyak penelitian sudah membuktikan kebenaran bahwa udang memiliki kandungan omega 3 yang beragam. Di dalam empat ons udang, terkandung 50% Eicosapentaenoic Acid atau EPA dan terkandung juga Docosahexaenoic Acid atau DHA dalam presentase seimbang yakni 50%. EPA dan DHA sendiri merupakan dua jenis omega 3 yang berperan aktif guna menjaga kesehatan sistem syaraf dan sebagai faktor pencegah penyakit yang berkaitan dengan organ jantung.
7.                  Mengurangi resiko depresi
Sama seperti ikan, udang juga mengandung asam lemak esensial, selain itu omega-3. Penelitian telah menunjukkan bahwa omega-3 dapat memberikan perlindungan kuat terhadap depresi dan dapat membantu meningkatkan mood untuk mereka yang tengah menderita gangguan tersebut. Selain itu, omega-3 dapat meningkatkan kecerdasan otak.
8.                   Menstabilkan kadar gula dalam darah
Makanan laut yang nikmat ini juga merupakan sumber magnesium yang baik. Studi terbaru menyatakan bahwa magnesium dapat membantu mencegah berkembangnya diabetes tipe kedua.

           Ayat mengenai perairan terdapat  dalam Surat An-Nahl ayat 14 yang menyinggung tentang perikanan dan kelautan:
Artinya: “Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur”.
 Dapat disimpulkan bahwa Allah SWT menegaskan dalam Al-quran tentang pentingnya pengelolaan sumber daya  kelautan dan perikanan tentang beberapa hal seperti mewujudkan kedaulatan pangan, pemenuhan kedaulatan sandang, optimalisasi laut sebagai jalur dan sarana transportasi, potensi kedaulatan energi dan syukur dalam dimensi sosial.
Seperti yang telah dipaparkan pada ayat di atas. Pengelolan sumber daya alam, khususnya di sini udang windu janganlah melebihi kapasitas. Agar tidak mengganggu bahkan merusak keseimbangan ekosistem. Seperti firman Allah SWT dalam Quran Surat Al-A’raaf Ayat 56:
. . .وَلا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya…”.
Sungguh hanya dengan melihat lingkungan sekitar, dapat diambil banyak pelajaran yang akan menambah rasa syukur serta membuat lebih menghargai apa yang telah diamanahkan Allah SWT dan bersikap bijak terhadap sumber daya alam pada khususnya. Seperti yang telah dipaparkan, dari hewan laut/air seperti udang windu yang kadang dianggap sepele, terdapat hikmah yang begitu besar dan mengagumkan.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar