Sabtu, 26 Maret 2016

Ada Saat

Akankah kau membiarkan si diam tetap diam.
Terkungkung dalam kepedihan yang menggunung.
Mengahalangi pandangan mata hati.
Membuatnya tersesat dalam dunianya sendiri.
Ada saat Ia lelah tertawa, menutupi.
Ada saat Ia lelah tersenyum, di balik hujaman luka.
Ada saat di mana lelah berujung pada deraian air mata.
Lelah tak berarti menyerah.
Kesedihan memang tak seharusnya diumbar, ya Ia amat paham.
Sering kali Ia bercerita pada Penciptanya.
Melebur bersama keheningan yang tenang.
Syahdu menyambut kasih yang menentramkan.
Menanyakan penawar sebongkah kesedihan.
Berujar tak ingin lagi merawat luka.
Terselip tanya, bukankah dunia juga berisi makhluk yang dapat ku ajak bicara?
Dapat saling berbagi tanpa merasa terbebani, apakah mungkin dia?

Tidak ada komentar :

Posting Komentar