Sabtu, 04 Juni 2016

Nasib Sang Penyair

Nasib Sang Penyair
Oleh: Suci Anadila Nurkaromah
Penantian yang tak kunjung usai
Riuh senandung gerimis telah lama hilang
Dimakan cahaya mentari yang menusuk hati
Hari demi hari berganti
Sang penyair bersembunyi di balik serasah puisi
Menyendiri bersama jutaan kata yang terpendam
Rindu berujar rindu pada pena yang mulai menyusun akasara
Tiba-tiba, serupa hujan pada kemarau panjang
Seseorang pada puisi datang menjelma
Membasuh deretan puisi yang telah berdebu kesedihan
Kau kembali kasih
Bersama luapan duka yang mengembun
Hujan turun dari hatimu yang lara
Tenang saja, tak ada larangan padamu
Untuk tetap tinggal atau menjauh pergi
Keputusan ada pada hatimu
Cukup bagiku  berteman sepi
Bersama bait-bait puisi yang akan tetap hidup
Meski jiwaku telah mati
Tenang dalam dekap Tuhan

Tidak ada komentar :

Posting Komentar