Sabtu, 16 Juli 2016

Tuntut Ilmu Bukan Tuntut Nilai



Mungkin, kesel itu pas selesai ujian temen di kelas bilang, gua gak yakin sama jawaban tadi. Padahal lo yakin dia pasti udah belajar abis-abisan. Kenyataan itu bikin lo juga drop dan ragu sama diri sendiri. Waks, seketika perasaan lo persis kek patah hati, belum lagi beberapa saat kemudian, pertanyaan keramat bermunculan, IP lo berapa?, perih-perih gimana gitu, dramatis cahh!
Jujur aja, saya bukan tipikal yang masa bodo sama nilai. Kalo bisa diusahain jadi bagus kenapa harus pasrah duluan (mulai deh ya mulai :p). Dulu, bahkan sebelum pasti bakal kuliah, udah kebayang kalo gua jadi mahasiswa yang lulus dengan predikat cumlaude, gak muluk-muluk kan? Hahaha. IPK isinya apa coba? Padahalkan cuma deretan angka kan? Entah itu dari mana-mananya. Apa dari usaha kerja keras lo atau mungkin kadang sekedar nepotisme mahasiswa~dosen, sssttt, gak boleh suudzon kan yah.
“. . .Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al-Mujadilah: 11)”.
Pada ayat tersebut Allah SWT mendampingkan orang yang beriman dan berilmu, di mana barang siapa yang memilikinya akan ditinggikan beberapa derajat. Subhanallah, betapa Allah meninggikan orang-orang yang memiliki ilmu. Secara gak sadar kita sebagai manusia yang hidup bermasyarakat, juga sangat mengahormati sesiapa saja yang kita anggap memiliki banyak ilmu, apalagi ilmu agama seperti para ulama, iya apa iya?
“Barang siapa yang ingin meraih kesuksesan di dunia maka raihlah dengan  ilmu, barang siapa yang ingin meraih kesuksesan di akhirat maka raihlah dengan ilmu, dan barang siapa yang ingin meraih kesuksesan keduanya maka raihlah dengan ilmu” (HR. Muslim)
Oke, kita pasti sepakat dalam hidup ini kita semua pasti butuh ilmu. Di tengah dunia yang semakin modern, agar dapat menghadapi tuntunan dunia modern ini, kita sangat perlu ilmu supaya dapat saling mengimbangi. Jika kita punya harta, maka kita harus menjaganya. Tetapi jika kita punya ilmu, ilmu yang akan menjaga kita, insya Allah. Knowledge is power, vroh!
Ilmu dalam hal ini sangat luas artinya, gak sebatas hal-hal yang kita dapet di sekolah. Kita dapat belajar dan mengambil pelajaran melalui setiap ayat-ayat kauniyah yang dipersembahkan Allah SWT di sekitar kita. Tugas menuntut ilmu itu seumur hidup, Life-long education, bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat”.
Sedari tadi yang kita bicarain, tuntutlah ilmu, ilmu, ilmu, ilmu vroh ilmu, bukan nilai, hehe. Di kehidupan sesungguhnya kita gak bakal ditanya mengenai nilai lo berapa, matematika lo berapa, ranking lo berapa, IP lo berapa (walau kadang emang jadi pra-syarat, muehehe), tapi lebih ke aplikatifnya yang kita butuhin nanti, ya perlu banyak belajar banget nihhh, merasa kesindir sendiri, aishh.
Ahh, bukan berarti saya ngajarin yang nggak-nggak ya, di sini saya cuman mau kita sama-sama sadar bahwa esensi belajar, baik yang secara formal maupun non-formal, sekolah ataupun luar sekolah, adalah menuntut ilmu. Toh yang ditanyain sama malaikat juga sebenernya bukan nilai kita sempurna apa nggak, tapi proses dalam mencapai nilai tersebut.
Satu hal lagi, yang ganjel banget sampai sekarang adalah, saya takut, disaat saya sibuk menuntut ilmu tetapi saya lupa mengamalkannya, Imam Ghazali pernah berkata bahwa “ilmu tanpa amal tidak ada gunanya, dan amal tanpa ilmu akan celaka”. Mudah-mudah-an kita semua dalam golongan beriman, berilmu sekaligus beramal, yang dijanjikan akan ditinggikan derajatnya di sisi Allah, Aamiin, Wallahu ‘alam.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar