Sabtu, 09 Juli 2016

We’ll Never Know, If We Never Try: Kalo Jatuh, Ya Bangun Dong!



Ada banyak jenis kegagalan yang mungkin pernah kita alami, gagal ujian sekolah, gagal masuk PTN, gaga nyobain resep baru, gagal melamar pekerjaan atau gagal ngelamar si dia, dia siapa ya? *krik-krik*, de el el deh yak. Kamu pasti pernah denger nama Thomas Alva Edison kan? Seorang tokoh yang memiliki hak paten bola lampu yang membuat malam-malam kita jadi bercahaya, wuiihhh, siapa sangka untuk menemukan bola lampu tersebut Edison telah mengalami kegagalan sebanyak seribu kali, bayangin dong seribu kali, pegel pegel dah tuh.
Tapi sebenernya Edison berhasil kok, iya berhasil nemu seribu formula yang tepat untuk mecahin bola lampu, haha. Iya Edison merupakan salah satu tokoh yang bisa kita contoh bagaimana Ia tidak pernah menyerah dan terus mencoba. Bayangin deh kalo dulu beliau berhenti aja dipercobaan yang ke 1000 gitu, mungkin malam-malam kita masih gulita hanya berteman rembulan dan gemintang.
Ehm, dari seorang Thomas Alva Edison yang non-muslin aja kita dapat mengambil banyak ibrah, apalagi kita sebagai muslim yang telah dilengkapi pedoman Al-Quran dan Al-Hadits sebagai penuntun hidup harusnya paham dong, kalo kita gak bangkit dari kegagalan, berhenti mencoba apalagi gak pernah nyoba artinya kita lagi putus asa, hayolohhh, padahal Allah SWT telah berfirman, yang artinya adalah sebagai berikut:
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az-Zumar: 53).
Kita harus yakin seyakin Tuhan kita adalah Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Bahwa janji Allah itu pasti dan Allah pasti akan memberikan yang terbaik bagi setiap makhluk-Nya. Yakin bahwa setiap yang terjadi apakah itu kegagalan ataupun keberhasilan adalah skenario yang terbaik bagi kehidupan kita. Selalu ada pasangan di dunia ini, yakin deh tulang rusukmu gak akan salah memilih pasangan yang pas, ehh, kok ngebahas ini *abaikan!*. Yakin deh gagal itu pasangannya sukses, Ketika kita mencoba dan bangkit dari kegagalan kemungkinannya menjadi fifty-fifty antara berhasil dan gagal, tetapi saat kita gak mencoba dan berhenti semuanya udah pasti gagal vroh! So, Pilihan ada digenggaman kita!
Inget gak sama kisah pasukan Rasulullah yang dulu juga pernah ngerasain gagal di perang Uhud, nah, karena kegagalan tersebut gak lantas membuat Rasulullah dan ummat muslim berpaling dari Islam kemudian menyerah, malah dari kejadian tersebut membuat ummat muslim menjadi lebih giat dalam berdakwah dan menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Artinya, Rasulullah mengajarkan kita untuk tidak berlarut-larut dalam keterpurukan dan harus terus bangkit. Kita harus mampu membuat kegagalan menjadi lompatan untuk keberhasilan di masa depan. Bodoh itu bukan karena kita gagal, tapi karena kita tidak bisa bangkit dan mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut.  
“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim” (QS. Al-Imran: 140)
Gak selamanya gagal itu berarti sebuah keterpurukan, di mana kita harus meratap dan pasrah. Oh ya, beberapa buku motivasi yang terpampang dideretan best seller itu mungkin berasal dari jatuh bangun penulisnya yang ingin berbagi agar yang lain bisa ngambil ibrah dari apa yang penulis alamin. Kemasan yang berasal dari hati kemudian sampai pada hati sehingga dapat menjadi inspirasi bagi yang lain, yang menjadikan buku-buku tersebut selain menghasilkan royalty bagi penulis juga menjadi ladang amal jariyah karena merupakan ilmu yang  bermanfaat. Mereka adalah orang-orang yang bangkit dari kegagalan, yang mau bangkit lagi dan lagi saat mereka terjatuh, yang mau mencoba lagi dan lagi saat  mereka gagal.
Contohnya adalah buku ‘Mimpi Sejuta Dollar’-nya karya Mery Riana yang berlatar belakang tragedi 1998 yang mengharuskan beliau pergi ke Singapura seorang diri, yang kemudian penuh kisah jatuh bangun hingga mimpinya dapat terwujud, salah satu quote dalam buku tersebut yaitu ‘Banyak gagal, Banyak belajar. Tapi coba dan coba terus. Jangan patah semangat, yang penting kita tidak melakukan hal yang sama, dari setiap kegagalan kita harus bisa mengambil pelajaran yang kemudian menjadi petunjuk bagi langkah-langkah selanjutnya’.
Iya, ngerti kok rasanya jatuh itu sakit, rasanya gagal itu melilit, rasanya patah harap itu menjepit. Hal yang penting sebenarnya bukan bagaimana kita akan gagal tetapi bagaimana kita akan bersikap ketika menghadapi kegagalan lalu kembali bangkit dan mengambil hikmah dari kegagalan tersebut. Gue ngomong begini bukan berarti gue udah bisa ngelakuin ini semua, melainkan sebagai pelecut diri agar lebih baik dan karena gue mau berbagi semangat, asa dan harapan sama kalian semua, supaya kita semua bisa sama-sama bangkit dari apa yang kita sebut ‘kegagalan’. Ingat selalu janji Allah, yang bahkan sampai diulang dua kali, setelah kesulitan ada kemudahan. Kalo jatuh, ya bangun dong!
 “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5). Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6)”. (QS. Al-Insyirah: 5-6)

Majalengka, 08 Juli 2016
Salam, Semoga Bsermanfasat!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar