Sabtu, 27 Agustus 2016

Hujan di Matamu

Hujan di Matamu
Oleh: Suci Anadila Nurkaromah
Kesekian kalinya air matamu membasahi pikiranku
Aku hanya berpikir perlu sedikit bersabar
Tak lelah sampai rintik di matamu reda
Kemudian membiarkan mentari menguapkan segala resah dalam otakku
Hujan di matamu itu selalu menghentikan langkahku
Menyeretku kembali, menahanku untuk tetap tinggal
Tapi, kali ini air matamu menjelma badai
Engkau ingin aku pergi?
Kemana aku harus pergi?
Kemana kaki ini harus melangkah?
Majalengka, 27 Agustus 2016

1 komentar :