Kamis, 04 Agustus 2016

Partner Penulis? Ya Penerbit Uwais


Partner Penulis? Ya Penerbit Uwais
Oleh: Suci Anadila Nurkaromah

"Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak" [Ali bin Abi Thalib]
            Semoga kutipan di atas dari Ali Bin Abi Thalib yang merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW tersebut dapat menggugah semangat kita untuk istiqamah dalam menulis. Sebelum saya bahas lebih jauh tentang menulis, alangkah lebih baik untuk menyamakan persepsi, perlu kiranya kita mengetahui pengertian menulis terlebih dahulu. Dikutip dari situs Wikipedia [link di sini] “Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara”.
            Menurut pengalaman saya sendiri, sebagian besar tantangan dalam menulis itu berasal dari diri sendiri, yaitu rasa malas yang berkepanjangan, tidak adanya motivasi dan inspirasi. Sebenarnya wajar saja jika sesekali kita penat lalu merasa malas, merembet dengan turunnya intensitas motivasi juga hilanganya aliran inspirasi. Eits, tapi jangan manjakan rasa malas tersebut, karena semakin lama dia akan semakin mengikat dan menjerat kita untuk tidak mau bangkit. Lalu, pasti kita berpikir bagaimana solusi dari permasalahan ini bukan?
            Salah satu cara saya adalah menciptakan pengertian menulis versi pribadi. Setiap orang bukan tidak mungkin akan mendefinisikan menulis secara berbeda. Saat kita mempunyai definisi secara spesifik menurut diri kita sendiri, maka secara tidak langsung kita akan merasa termotivasi untuk terus melakukan proses menulis sesuai dengan definisi kita sendiri.  Bagi saya, menulis merupakan proses menciptakan perubahan, pengabadian diri dan menebar kebaikan. Definisi versi pribadi ini sebenarnya secara tidak langsung sekaligus merangkum tujuan saya dalam menulis. Setiap hal perlu memiliki tujuan, bahkan kehidupan itu sendiripun memiliki tujuan, misalnya sebagai umat Islam, maka tujuan kehidupan adalah Ridha Allah.
Oh ya, saya akan bahas satu persatu mengenai definsi menulis versi saya pribadi yang juga menjadi motivasi saya dalam menulis. Untuk memaparkan hal tersebut saya akan mengaitkannya dengan salah satu tokoh yang dikisahkan dalam novel yang pernah saya baca, berjudul ‘Api Tauhid’ karya Habiburahman El-Shirazy, yaitu Badiuzzaman Said Nursi yang sangat terkenal dalam sejarah Islam di Turki.
Pertama, menulis merupakan proses menciptakan perubahan. Contohnya adalah saat tubuh kekhilafahan Utsmani mulai carut marut tercabik racun sekulerisme, Syekh Badiuzzaman Said Nursi merupakan ulama Turki yang selalu berada di garda terdepan untuk melawannya, beliau mencoba menyembuhkan kekhilafahan utsmani yang sedang sakit tersebut dengan tulisan-tulisannya, bukan karena tidak dapat menyampaikannya secara langsung dengan lisannya, tetapi pada saat itu karena perlawanannya terhadap sekulerisme membuat beliau harus mendekam dari pengasingan satu ke pengasingan lainnya, dari satu penjara ke penjara lainnya.
Meskipun demikian, beliau tidak pernah berhenti berjuang, tinta-tintanya masih berbicara meski mulutnya terus berusaha dibungkam. Tulisan beliau turut andil bahkan berperan besar dalam membuka mata masyarakat Turki agar tersadarkan bahwa yang terbaik bagi Turki adalah Islam. Ya, Syekh Said Nursi menciptakan perubahan paradigma di masyarakat dengan tulisan-tulisannya yang menggugah jiwa.
Kedua, menulis adalah menebar kebaikan. Ya,  menulis dapat kita niatkan untuk menebar kebaikan dan berbagi manfaat, karena tulisan kita bisa seolah-olah dapat berbicara dan membisiki para pembaca agar tergugah untuk melakukan apa yang kita tulis, dalam konteks ini tentu yang kita tulis adalah kebaikan. Menulis dapat kita jadikan sebagai ladang dakwah, seperti halnya Syekh Said Nursi melalui tulisan-tulisannya yang menginspirasi bagi sesiapa yang membaca dan memahami.
Bukankah sebaik-bainya manusia adalah yang menebar manfaat bagi yang lainnya? Bukankah menebar kebaikan adalah hal yang di Ridhai Allah? Nah, berarti dengan menulis, insya Allah khususnya bagi umat muslim dapat menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan kehidupan. Oleh karena itu, mari kita sama-sama menggerakkan tinta, menggoreskan pena untuk menebar manfaat di muka bumi.
Ketiga, menulis merupakan proses pengabadian diri. Sesuatu yang disimpan dalam ingatan bisa saja terlupa, maka dengan menuliskannya kita akan merekam secara detail sebuah kejadian atau informasi yang akan terus ada dari zaman ke zaman. Bahkan setelah raga telah berpisah dengan nyawa, tulisan kita bisa terus hidup selama roda waktu masih berputar, mengabadikan nama kita.
Contohnya yaitu meski dalam keadaan terkekang Syekh Said Nursi tetap mencerahkan hati rakyat Turki dengan tulisan-tulisannya yang tersebar luas dan kemudian terkumpul dalam beberapa kitab, salah satu Maha Karya beliau adalah kitab ‘Risalah Nur’, yang sampai saat ini masih banyak dipelajari. Meskipun raga beliau telah tiada sekian lama, tapi jiwanya tetap masih bisa kita rasakan hingga saat ini melalui karya-karya beliau.
Oke, ayo mulailah mendefinisikan arti menulis bagi dirimu sendiri. Oh ya, jika kita telah selesai menulis, jangan hanya biarkan mereka menumpuk di bank naskah laptop yah, persilahkan tulisan kita bersuara yang insya Allah menjadi wasilah kita memasuki surga, Aamiin. Cara gimana? Gampang saja, teknologi sudah sangat maju, ada berbagai sosial media ataupun plattform blog yang bisa kita gunakan untuk membagikan tulisan kita. Nah, jika ingin karya kita dibukukan bagaimana? Sekarang, di Indonesia sendiri perkembangan penerbit buku baik indie maupun mayor sudah sangat pesat, menjadikan para penulis dengan mudah dapat mempublikasikan karyanya ke khalayak umum dalam bentuk sebuah buku.

Masih bingung ya mau menerbitkan karyamu ke mana? Ah, tidak usah galau begitu,  kirim saja karyamu ke Penerbit Uwais yang merupakan salah satu penerbit indie terbaik di Indonesia. Tujuan didirikannya Penerbit Uwaispun sangat baik yaitu membantu siapapun yang memiliki mimpi menerbitkan buku agar menjadi kenyataan. Selain itu, Penerbit Uwais juga memiliki toko online untuk memasarkan karya para penulis. Wah, oke banget kan yah?


Logo Penerbit Uwais
(Sumber Foto: FB Penerbit Uwais)
Sebagai partner penulis, Penerbit Uwais turut bergandeng tangan dengan para perangkai aksara untuk memajukan dunia literasi di Indonesia, dengan cara merangkul para penulis, khususnya untuk penulis pemula yang ingin menerbitkan karyanya. Insya Allah, Penerbit Uwais dengan senang hati membuka peluang kerja sama dengan siapapun, baik itu bagi yang ingin menerbitkan buku komunitas, membuat majalah, event kepenulisan dan lain-lain.
Penerbit Uwais menjembatani para penulis untuk mengabadikan karyanya melalui buku-buku yang insya Allah akan menorehkan sejarah emas bagi peradaban manusia dalam kesastraan. Bersama Penerbit Uwais, jadi penulis bukan lagi mimpi, seperti tag line pada logo Penerbit Uwais, yakinilah, ‘Everyone Can Be Writer’.
Jika ingin menerbitkan karya melalui Penerbit Uwais, caranya gampang banget, hal terpenting adalah ada karya yang hendak diterbitkan dulu ya, hehe, setelah itu untuk syarat dan ketentuan lainnya langsung kontak saja melalui website di sini, FB Penerbit Uwais di sini atau FP Penerbit Uwais di sini.
Belum punya karya yang sudah pas untuk dijadikan satu buku terbit tapi pengen karyanya dibukukan? Tenang, Penerbit Uwais sering kok mengadakan event-event kepenulisan seperti cerpen atau puisi yang biasanya akan dibukukan menjadi sebuah antologi. Kece kan? Karya kita tetap bisa dibukukan, gak tercecer dan nganggur begitu saja, Oh ya, belum lagi beberapa karya terpilih juga diberikan reward, di samping itu karya kita juga bisa bersanding dengan berbagai karya lain dari penulis Indonesia. Komplit.

Contoh buku hasil event kepenulisan penerbit uwais
(Sumber Foto: FB Penerbit Uwais)
Tunggu apalagi, daripada naskah kita hanya nganggur numpuk di laptop, mending terbitkan di Penerbit Uwais. Jangan bungkam tulisan kita, berikan haknya untuk menggaungkan cahaya pencerahan bagi sesiapa saja yang membacanya. Mudah-mudahan karya kita dapat menjadi amal jariyah karena menebar manfaat bagi dunia. Partner penulis? Ya penerbit uwais. Salam!



=================
NB: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis blog bersama Penerbit Uwais
=================

Tidak ada komentar :

Posting Komentar