Sabtu, 24 September 2016

Aku Ikhlas!



Aku Ikhlas!
 
Selenting berita bersamaan berpulangnya senja. Malam itu sunyi tetiba bercerita, membisik pada hati. Tentang kepergianmu. Seketika mengaduk-aduk perasaan. Pertahananku runtuh tepat dibatas asa. Ini air mata ataukah hujan? Deras sekali di antara sunyi.

“Mulai detik ini. Ada banyak hal yang harus dibiasakan dari kehilangan”

Saat itu, alunan lagu-lagu bahagia tidak membahagiakan. Bahkan kata-kata tentang cinta tidak membuat hatiku berbunga-bunga. Saat itu, kata-kata perihal sabar seolah tabu untuk aku dan hatiku perbincangkan.

“Mengapa? Melepaskan. Mengikhlaskan. Selalu saja menarik perhatian kenangan-kenangan?”

Biarlah yang pergi hanyalah raga, nama, atau apa-apa yang fana. Semoga tidak dengan ikatan ini, yang sudah tertaut dengan-Nya, yang lebih dari sekedar keidentikan DNA.

Aku Mencintaimu. Teramat Mencintaimu. Tapi, Allah Jauh Lebih Mencintaimu
Aku Ikhlas! (Meski Sulit, Tapi Harus)

~Its been along day without you, I tell you all about it when I see you again~

<3 Uhibbuk fillah <3
Dariku yang merindukanmu,
Dila

Tidak ada komentar :

Posting Komentar