Jumat, 09 September 2016

Senjaku



Senjaku
Oleh: Suci Anadila Nurkaromah
Perlahan siluet merah saga menghampar dilangitku
Kali ini awan penghujan berarak pergi                        
Mempersilahkan kita bercengkerama lebih lama
Senjaku, bisakah tetap pada singgahsanamu sebentar lagi
‘Ber-sa-bar-lah, Tu-han ti-dak per-nah ing-ka-ri jan-ji’
Barusan aku terbata membaca jawabmu pada gurat semesta
Ada yang berdesir di sini, pada hatiku
‘Sampai bertemu kembali dengan takdir Tuhan’
Aku tergugu mendengar kalimat sebelum kau mulai beranjak
Senjaku, bersamamu janji-janji menjadi pasti
Senjaku, padamu aku belajar sabar menanti
Majalengka, September 2016

Tidak ada komentar :

Posting Komentar